Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u756119063/domains/jelajahnews.id/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Tren Penggunaan AI di Indonesia: Antara Manfaat dan Kekhawatiran

editor - Selasa, 06 Mei 2025 17:08 WIB
JELAJAHNEWS.ID - Kecerdasan buatan (AI) kini tak lagi menjadi teknologi eksklusif. Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah berkembang menjadi alat canggih yang digunakan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga hiburan. AI membuka peluang efisiensi dan kreativitas baru, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran, terutama soal ketergantungan teknologi dan ancaman terhadap lapangan kerja.

Menanggapi fenomena tersebut, Jakpat melakukan survei untuk memotret tren dan persepsi masyarakat Indonesia terhadap AI pada tahun 2025. Survei ini melibatkan 1.423 responden dari berbagai kelompok usia, dengan fokus pada penggunaan AI dalam kehidupan profesional, pribadi, serta konsumsi konten AI di media sosial.

Hasilnya, hampir seluruh responden mengaku telah mengenal AI. Sekitar 42% menyatakan menggunakan AI untuk keperluan pekerjaan sekaligus pribadi. Sebanyak 20% lainnya hanya memakai AI untuk kegiatan profesional seperti belajar atau bekerja, sementara 10% menggunakan AI secara eksklusif dalam kehidupan sehari-hari.

Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, menjelaskan bahwa adopsi AI cukup bervariasi antargenerasi. “Gen Z tampak lebih aktif memanfaatkan AI dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Sementara itu, pengguna dari kalangan Milenial dan Gen X cenderung masih dalam tahap eksplorasi,” ujarnya.

Dari sisi manfaat, lebih dari setengah responden merasa AI membantu menghemat waktu dan tenaga. Fungsi lainnya yang paling diapresiasi adalah kemampuan memberikan rekomendasi (41%) dan menerjemahkan bahasa (40%). Gen Z juga cukup aktif menggunakan AI untuk analisis data, sedangkan 25% Milenial lebih banyak menggunakannya untuk menciptakan konten.

Namun, pesona AI juga dibayangi kekhawatiran. Sekitar 64% responden cemas manusia menjadi terlalu bergantung pada teknologi ini. Isu penyalahgunaan seperti penipuan digital dan deepfake juga menjadi perhatian (63%), diikuti dengan kekhawatiran akan menurunnya kreativitas manusia (61%). Tiga dari lima Gen Z bahkan menyuarakan kekhawatiran bahwa AI dapat memperburuk angka pengangguran.

Terkait durasi penggunaan, hampir separuh responden mengaku mulai menggunakan AI dalam enam bulan terakhir. Sebanyak 27% Gen Z telah memanfaatkannya selama 1–2 tahun, sedangkan seperempat Gen X baru menggunakannya dalam 4–6 bulan terakhir.

Dari sisi aplikasi, ChatGPT menjadi AI paling populer di kalangan responden (74%), disusul Gemini (51%). Beberapa responden juga mencoba aplikasi lokal seperti Bahasa AI, meski masih terbatas. Mayoritas pengguna (tiga dari empat orang) memanfaatkan versi gratis.

Sementara itu, media sosial menjadi saluran utama interaksi dengan konten berbasis AI. Instagram (62%) dan TikTok (60%) menjadi platform favorit. Jenis konten yang paling banyak dikonsumsi adalah video animasi dan transformasi visual seperti konversi foto ke gaya anime atau lukisan.

Meski eksposur tinggi, belum semua pengguna mampu membedakan mana konten AI dan mana yang dibuat manusia. Sekitar 47% responden mengaku masih ragu. Farida Hasna menambahkan, “Familiaritas masyarakat terhadap konten AI semakin meningkat. Meskipun belum sepenuhnya bisa membedakan, sebagian besar tetap menganggap konten AI menarik.”

Tren lain yang mengemuka adalah meningkatnya popularitas influencer virtual berbasis AI. Sebanyak 29% responden mengikuti karakter digital seperti Thalasya Pov dan Chaya Gram—yang populer di kalangan Gen Z—hingga Arbie Seo yang lebih dikenal responden dewasa.(jn/**)

Editor
: editor
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Teknologi

BTN Expo 2026, Awarding BTN Housingpreneur 2025 Lahirkan Inovator Muda Ekosistem Perumahan

Teknologi

Viral Video di Medsos, Aksi Pencurian Kotak Amal di Masjid Taqwa Muhammadiyah Padangsidimpuan Terekam CCTV

Teknologi

Pemprov Sumut Anggarkan Rp1,9 Triliun untuk Infrastruktur 2026, Fokus Jalan, SDA, dan Antisipasi Bencana

Teknologi

33 DPW Partai Berkarya Dikabarkan Mundur Massal, Siap Deklarasikan Partai Baru

Teknologi

Bobby Nasution Desak Daerah Tuntaskan Dokumen Pascabencana Demi Percepatan Bantuan

Teknologi

BPJPH Verifikasi Produk Halal Karya Warga Binaan di Lapas Bagansiapiapi