Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u756119063/domains/jelajahnews.id/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Bupati Karo Harap Respon Cepat BBPJN Mengatasi Longsor Medan-Berastagi

admin - Rabu, 20 Januari 2021 13:15 WIB
JELAJAHNEWS.ID, KARO - Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, MH minta pihak BBPJN (Balai Besar pelaksana jalan Nasional) II 20Medan dan dinas Kehutanan propinsi sumut agar gerak cepat dan responsif apabila terjadi longsoran di jalan Medan-berastagi.Demikian terlontar saat rapat kordinasi berlangsung bersama Dinas BBPJN II Medan, dinas kehutanan provsu, kasatlantas polres Tanah Karo, Danramil 03/beraatagi, Mayor Inf J Barus, kepala bappeda Ir. Nasib Sianturi, dinas perhubungan kab. Karo dan OPD terait, Rabu (20/1/2021) sore diruang asisten kantor bupati.”Kekecewaan ini, menurut Bupati Terkelin Brahmana seharusnya pihak BBPJN II Medan apabila ada terjadi longsor di jalan Medan – Berastagi patut mendapat skala prioritas dalam perbaikan infrastruktur.”Merujuk peraturan presiden ada dua yang mengamanatkan jalan infrastruktur Medan – Berastagi harus skala prioritas, sebab jelas tertuang dalam Mebidangro dan KSPN (Kawasan staretgis Parawisata Nasional). Nyatanya berbanding terbalik, sungguh miris memang.Apalagi khusus bagi para pedagang yang membawa hasil pertanian dari sidikalang,pakpak bharat, tanah karo ke medan terancam bangkrut, faktornya jalan terisolir akibat dampak longsor berjam jam, arus lalu lintas terganggu.Kejadian inilah seharusnya pihak BBPJN II medan dan pihak kehutanan provsu segera tanggap dan kordinasi dalam mengatasi masalah tersebut, sebab pemda karo terbatas kewenangannya maupun instansi kepolisian dalam mengatur lalu lintas.Semisal longsor terjadi dan ada kayu yang tumbang, jujur selama ini pemda karo dan pemangku kepentingan lainnya terjebak dalam regulasi, sebab kayu tersebut masuk kawasan konservasi tahura, nah jelas disini pihak kehutanan ambil sikap, sedangkan longsor pihak BBPJN II Medan, “Ungkap bupati.“Jika tidak ditangani gerak cepat dari sekarang, saya khawatir longsor besar besaran bakal terjadi jika pihak BBPJN II Medan sebagai satuan kerja nasional tidak tanggap dan tidak ada target. Jelasnya.Menyahuti terkait pohon tumbang yang mengganggu jalan saat bersamaan longsor terjadi di medan – Berastagi, Hardi silaen kasi penataan kawasan hutan provsu mengatakan pada prinsip pihak siap berkoordinasi dalam mengatasi kejadian dikuar akal manusia. Ini masuk kategori force majeure.Sepanjang force majeure, silahkan kordinasi dengan pihaknya, kita akan utamakan keselamatan dengan regulasi yang menghalangi kehidupan orang banyak, dalam arti kata pihaknya tidak mempersoalan itu kayu masuk kawasan hutan tahura, pada prinsip kordinasi sejak awal, “imbuhnya.Sedangkan Kabid Prasarana pihak BBPJN II Medan zusnan Asraf wahab menanggapi bahwa selama ini pihaknya selalu exsis dalam penanganan longsor Medan-berastagi.“Namun diketahui, pihaknya mengaku agak kewalahan dalam menghadapi setiap longsor terjadi, terlebih banyak titik titik longsor, sebab setiap satu titik longsoran saja terjadi bisa menelan biaya 600 juta.Biaya tersebut belum terakomodir dalam anggaran darurat BBPJN. \"Inilah kendala. akan tetapi kita selalu berusaha bekerja maksimal selama ini apabila longsor terjadi, dan akan menjadi catatan penting apa yang disampaikan Bupati karo agar kedepan, kita sampaikan kepimpinan, “pungkasnya (Jai)

Editor
: admin
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Kadishub Padangsidimpuan Ditahan Kejari Terkait Dugaan Korupsi Pengelolaan Parkir

Berita

Peduli Kesehatan WBP Lansia, Lapas Bagansiapiapi Bagikan Paket Sehat dan Gelar Posyandu

Berita

DPR Soroti Kasus Nabilah O’Brien, Rikwanto Khawatir Publik Takut Melaporkan Kejahatan

Berita

Momentum Ramadan, Lapas Bagansiapiapi Gelar Peringatan Malam Nuzulul Qur’an Bersama WBP

Berita

Sambut Tahun Kuda Api, BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen dan Lengkapi Layanan Consumer Banking

Berita

Usai Lebaran, Bobby Nasution Mulai Pembangunan Tiga Ruas Jalan di Sipiongot Senilai Rp230 Miliar