JELAJAHNEWS.ID - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul kembali terjadinya kasus dugaan keracunan makanan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur.Ia menegaskan penanganan korban harus menjadi prioritas utama sebelum langkah evaluasi dilakukan.
"Tentu yang penting bagaimana mereka yang terindikasi keracunan MBG tersebut cepat ditangani tim medis, untuk upaya penyelamatan dan kesembuhannya dulu," ujar Abidin, di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Didesak Masyarakat, Pimpinan DPR Janji Tuntaskan RUU Perampasan Aset Sebelum 15 Desember Kasus dugaan keracunan ini melibatkan ratusan penerima manfaat program MBG. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah korban mencapai 566 orang, termasuk puluhan santri yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Abidin menilai, setelah penanganan korban, BGN perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi akar masalah agar kejadian serupa tidak terulang.
"Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kasus keracunan MBG tidak terus terjadi. Sanksi terhadap pihak yang bertanggung jawab juga harus ditegakkan," tegas legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Menurutnya, program MBG sebagai salah satu program unggulan pemerintah tidak hanya dinilai dari luasnya cakupan penerima manfaat, tetapi juga dari jaminan keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan.