JELAJAHNEWS.ID -Tim Nasional Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di partai final yang berlangsung di Stadion MetLife, New York, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pagi WIB.
Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan La Furia Roja meraih gelar dunia kedua dalam sejarah, tetapi juga mengkonfirmasi berbagai prediksi berbasis teknologi yang sebelumnya lebih mengunggulkan Spanyol dibandingkan Argentina.
Sebelum jelang pertandingan final, sejumlah model prediksi berbasis data menempatkan Spanyol sebagai favorit untuk menjadi juara. Mulai dari superkomputer Opta, berbagai model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga simulasi turnamen EA Sports FC 26 sama-sama memprediksi tim asuhan Luis de la Fuente akan mengangkat trofi Piala Dunia.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, Putra Nababan Soroti Nobar TVRI yang Dinilai Masih Jawa-Sentris Superkomputer Opta menjadi salah satu model yang paling konsisten menjagokan
Spanyol. Berdasarkan 25.000 simulasi yang dijalankan,
Spanyol keluar sebagai juara dalam 59,6 persen simulasi, sedangkan Argentina memenangkan 40,4 persen simulasi lainnya.
Untuk hasil pertandingan dalam waktu normal, Opta menghitung peluang kemenangan Spanyol mencapai 45 persen. Sementara itu, kemungkinan pertandingan berakhir imbang berada di angka 29 persen, sedangkan Argentina hanya memiliki peluang menang dalam 90 menit sebesar 26 persen.
Opta menilai keunggulan Spanyol terletak pada kemampuan mereka menguasai jalannya pertandingan, menjaga keseimbangan permainan, serta meredam serangan lawan secara efektif. Penilaian tersebut akhirnya terbukti di lapangan setelah Spanyol mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Prediksi serupa juga datang dari simulasi EA Sports FC 26. Dalam simulasi turnamen yang dilakukan pengembang gim tersebut, Spanyol diproyeksikan menjadi juara Piala Dunia 2026.