JELAJAHNEWS.ID -Tradisi merangkai bunga kembali menghidupkan suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Pekanbaru. Di sepanjang Jalan Juanda, deretan bunga segar berwarna-warni menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Tionghoa yang bersiap menyambut tahun yang penuh doa dan keberuntungan.
Bagi warga Tionghoa, bunga bukan sekadar dekorasi. Filosofi "hua kai fu gui" yang berarti hidup mekar seperti bunga dan membawa kemakmuran, menjadi makna yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Apin, warga Tionghoa Pekanbaru, mengatakan keluarganya selalu menghadirkan rangkaian bunga di rumah saat Imlek.
"Bunga bagi kami adalah lambang hoki. 'Hua kai fu gui' itu doa supaya hidup berkembang, rezeki bertambah, dan keluarga diberkahi," ujarnya.
Ia menambahkan, bunga juga sering dijadikan hadiah untuk keluarga dan kerabat sebagai simbol doa dan perhatian.
Tradisi tersebut membawa dampak positif bagi pedagang bunga di Jalan Juanda. Riana, salah satu pedagang, mengaku penjualan meningkat signifikan menjelang Imlek.
"Pembeli memang lebih ramai dari hari biasa. Paling banyak dicari itu bunga krisan," kata Riana, Senin (16/2/2026).