Pembangunan BRT Mebidang Ditargetkan Rampung pada 2027

admin - Rabu, 10 Juni 2026 17:40 WIB
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (10/6/2026).

JELAJAHNEWS.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat koordinasi untuk mempercepat pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang). Langkah tersebut dilakukan guna memastikan proyek strategis nasional (PSN) di sektor transportasi itu dapat selesai sesuai target dan beroperasi optimal pada 2027.

Pembahasan percepatan proyek dilakukan dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (10/6/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Advisor Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk Program Sistem Transportasi Massal Perkotaan (MASTRANS), Danang Parikesit, beserta jajaran.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai aspek penting yang menjadi penopang keberhasilan proyek, mulai dari pembangunan fisik, kelembagaan, regulasi, hingga skema pembiayaan. Pembahasan tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan operasional sistem transportasi publik modern yang akan melayani kawasan Medan, Binjai, dan Deliserdang.

"Pemprov Sumut sangat mendukung proyek BRT Mebidang yang merupakan proyek strategis nasional. Program ini untuk mewujudkan transportasi publik perkotaan yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan," ujar Sulaiman Harahap.

BRT Mebidang merupakan salah satu proyek transportasi massal yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di kawasan perkotaan. Sistem ini dirancang untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong penggunaan moda transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pada tahap awal operasional, BRT Mebidang direncanakan mulai beroperasi tahun ini dengan menggunakan armada bus listrik melalui kerja sama dengan Tiongkok. Penggunaan kendaraan berbasis energi listrik tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi.

Sebanyak 12 koridor akan dilayani pada tahap awal pengoperasian. Dari jumlah tersebut, 10 koridor berada di wilayah Kota Medan, sedangkan dua koridor lainnya melayani kawasan Mebidang dan akan dikelola oleh Pemprov Sumut bersama Kementerian Perhubungan.


Editor
: editor

Tag:

Berita Terkait