JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pesan tersebut disampaikannya dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (15/4/2026).
Mengusung tema "Satu Kolaborasi, Sejuta Energi", peringatan hari jadi Provinsi Sumut tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan pembangunan daerah, tetapi juga momentum memperkuat sinergi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam pidatonya, Bobby Nasution menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Sumatera Utara tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga: Usai Komentarnya Viral Soal Komunitas Lari di Teladan, Kini Bobby Bela Banban "Kita meyakini kolaborasi mampu menggerakkan potensi besar daerah, mulai dari wilayah pantai barat hingga pesisir timur, dari pegunungan Bukit Barisan hingga Kepulauan Nias," ujar Bobby yang hadir bersama Wakil Gubernur Sumut Surya.
Ia mengingatkan bahwa Provinsi Sumatera Utara resmi berdiri pada 15 April 1948 berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948. Kini, Sumut berkembang menjadi 33 daerah otonom yang terdiri atas 25 kabupaten dan 8 kota dengan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa.
Menurut Bobby, keberagaman budaya, geografis, dan potensi sumber daya yang dimiliki Sumatera Utara merupakan kekuatan besar yang harus dikelola melalui semangat kolaborasi agar mampu menghasilkan pembangunan yang merata dan inklusif.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil diraih Sumut dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Sumut tercatat sebesar 4,53 persen, dengan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Sumatera mencapai 23,52 persen.