JELAJAHNEWS.ID -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendorong terwujudnya program Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai upaya memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah. Program tersebut diharapkan menjadi ruang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia.
Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Komitmen Pelaksanaan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Lantai II Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (26/5/2026).
Dalam sambutannya, Sulaiman menegaskan, terwujudnya Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan tidak akan tercapai apabila perempuan dan anak masih mengalami ketertinggalan serta kekerasan.
Baca Juga: Idul Adha 1447 H, Pemprov Sumut Terima Sapi Kurban Presiden Berbobot 1,3 Ton "Perempuan dan anak adalah jantung ketahanan keluarga sekaligus fondasi generasi penerus pembangunan di Sumatera Utara," ujar Sulaiman Harahap.
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 1.975 perempuan dan anak di Sumut menjadi korban kekerasan. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 1.822 korban.
Dari total korban pada tahun 2025, sebanyak 68,8% merupakan anak-anak, dengan rincian 905 anak perempuan, 455 anak laki-laki, dan 615 perempuan dewasa.
"Laporan ini hanya sebagian kecil dari kekerasan yang terjadi di masyarakat," katanya.