JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mempercepat program peningkatan Puskesmas rawat inap di wilayah terpencil. Langkah tersebut dilakukan menyusul peristiwa seorang ibu hamil di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang harus ditandu sejauh sekitar 30 kilometer selama enam jam akibat rusaknya akses jalan dan jauhnya fasilitas kesehatan.
Pernyataan itu disampaikan Bobby Nasution saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026). Menurut Bobby, kejadian tersebut menjadi pengingat penting bahwa pelayanan kesehatan di daerah terpencil masih membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemerintah daerah.
"Kami dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Ini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih mudah dijangkau," ujar Bobby.
Baca Juga: Kecelakaan Bus ALS di Muratara Tewaskan 16 Orang, Bobby Nasution Pastikan Penanganan Korban Ia menilai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah terpencil tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan fasilitas kesehatan, tetapi juga akses infrastruktur menuju layanan kesehatan yang masih minim dan sulit dilalui, terutama di sejumlah wilayah pedalaman.
Sebagai solusi jangka pendek dan menengah, Pemprov Sumut mendorong peningkatan status sejumlah Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap, khususnya bagi daerah yang berjarak lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit terdekat.
"Puskesmas yang jaraknya lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit kita dorong menjadi Puskesmas rawat inap. Program ini sudah kita siapkan dan dipercepat mulai tahun ini," katanya.
Bobby menjelaskan, pemerintah provinsi telah meminta pemerintah kabupaten dan kota melakukan evaluasi serta pengecekan standar fasilitas Puskesmas di wilayah masing-masing. Evaluasi tersebut meliputi kesiapan sarana, tenaga kesehatan, hingga kemampuan pelayanan medis dasar.