JELAJAHNEWS.ID -Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi mulai mematangkan berbagai persiapan guna memastikan seluruh kegiatan dan layanan selama bulan puasa berjalan tertib, lancar, dan kondusif. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat internal yang digelar bersama jajaran terkait.
Rapat persiapan ini membahas sejumlah hal penting yang akan menjadi perhatian selama pelaksanaan ibadah Ramadhan di lingkungan lapas. Fokus utama diarahkan pada pengaturan teknis kegiatan keagamaan serta penyesuaian layanan bagi warga binaan dan masyarakat.
Kepala Lapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menyampaikan bahwa persiapan harus dilakukan secara menyeluruh dan terencana agar pelaksanaan ibadah selama Ramadhan dapat berjalan dengan khusyuk tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyusunan jadwal pengawasan untuk pelaksanaan salat Tarawih.
Baca Juga: Kalapas Bagansiapiapi Perkuat Pengamanan, Tekankan Kewaspadaan dan Etika Bermedia Sosial "Persiapkan semuanya dengan baik, mulai dari makanan buka puasa, makanan sahur, sampai pelaksanaan salat Tarawih. Semua harus diatur dengan jelas agar tidak menimbulkan kendala di lapangan," ujar Agus Imam Taufik dalam arahannya, Jumat (6/2/2026).
Selain itu, rapat juga membahas mekanisme penitipan takjil bagi warga binaan. Lapas Bagansiapiapi akan menyediakan layanan penitipan takjil dengan pengawasan ketat untuk memastikan ketertiban serta keamanan selama proses penyaluran makanan berbuka puasa.
Tak hanya itu, pengawasan pembagian makanan sahur juga menjadi perhatian penting. Penjadwalan petugas pengawas akan dilakukan secara terstruktur agar distribusi makanan sahur kepada warga binaan dapat berlangsung tepat waktu dan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Selama Bulan Suci Ramadhan, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi juga akan melakukan beberapa penyesuaian layanan. Salah satunya adalah layanan kunjungan yang disesuaikan dengan jadwal ibadah, serta penambahan layanan penitipan takjil sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan spiritual warga binaan.