JELAJAHNEWS.ID -Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh pada 7–9 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan percepatan penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melaporkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan alokasi bantuan awal sebesar Rp1 triliun untuk setiap kabupaten/kota terdampak. Dengan jumlah kabupaten/kota di Aceh sebanyak 33 daerah, total anggaran awal yang disiapkan mencapai Rp33 triliun dan berpotensi bertambah sesuai perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Allah mengabulkan semua. Sekarang per kabupaten/kota mendapatkan Rp1 triliun dari Presiden. Jadi, total anggaran untuk Aceh sebesar Rp33 triliun sebagai tafsiran awal," ujar Fadhlullah.
Ia berharap bantuan tersebut dapat segera dikucurkan agar kerusakan tidak semakin parah dan biaya pemulihan tidak membengkak.
Berdasarkan data sementara Pemerintah Aceh, sekitar 144.600 unit rumah terdampak bencana dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat. Selain permukiman, sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur dasar juga mengalami kerusakan signifikan.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dudung menyerahkan bantuan berupa perangkat Starlink (layanan internet berbasis satelit) beserta sumber daya listrik secara simbolis kepada Wakil Gubernur Aceh. Bantuan ini merupakan bagian dari 100 unit bantuan komunikasi serta bantuan logistik berupa bahan kebutuhan pokok dan alat tulis yang dikirim secara bertahap. Penyerahan disaksikan Ketua DPRD Aceh Zulfadli, Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, serta Brigjen TNI Yudhi Fitri yang mewakili Pangdam Iskandar Muda.
Dari hasil peninjauan lapangan ke Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Pidie Jaya, Dudung bersama Wakil Gubernur Aceh menemukan masih adanya desa-desa yang terisolasi. "Masih terdapat wilayah dengan genangan hingga ketinggian sekitar empat meter, bahkan ada desa yang tertutup dan sulit dijangkau. Bantuan memang sudah masuk, tetapi kendala komunikasi masih menjadi persoalan," ungkapnya.