Rano Karno Ajak Warga Jakarta Aktif Pilah Sampah Lewat Eco Future Fest 2025

admin - Kamis, 25 September 2025 13:24 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno,saat membuka Jakarta Eco Future Fest 2025 di Cibis Park, Jalan TB Simatupang, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (25/9/2025).

JELAJAHNEWS.ID -Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, kembali mengajak warga untuk aktif memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat mengurangi volume sampah yang setiap hari menumpuk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Mari bawa sampah dari rumah, tukarkan melalui agen-agen lingkungan yang tersedia, dan rasakan manfaat nyata dari aksi sederhana yang kita lakukan bersama," ujar Rano saat membuka Jakarta Eco Future Fest 2025 di Cibis Park, Jalan TB Simatupang, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (25/9/2025).

Rano menjelaskan, Jakarta sebagai pusat aktivitas dan perekonomian nasional masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Ia menyebut, setiap hari sekitar 7.500 ton sampah dibuang ke TPST Bantargebang.

"Kondisi ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan kota Jakarta," paparnya.

Rano juga menekankan pentingnya kesadaran sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. "Upaya ini terlihat simpel, tapi jika dilakukan konsisten oleh semua warga, dampaknya besar dalam mengurangi beban TPA," tambahnya.

Wagub mengapresiasi pelaksanaan Jakarta Eco Future Fest 2025 yang menghadirkan 29 pelaku UMKM dan startup hijau. Festival tersebut berlangsung hingga Jumat (26/9/2025). "Acara ini akan menjadi agenda tahunan untuk sosialisasi menjaga lingkungan, penghijauan, dan kebersihan kota," kata Rano.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa Eco Future Fest 2025 berisi rangkaian kegiatan edukasi lingkungan, di antaranya eco-talk tentang sistem peringatan dini (early warning system) dan gaya hidup hijau (green living), pameran eco-market, serta showcase di sungai.


Editor
: editor

Tag:

Berita Terkait