Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u756119063/domains/jelajahnews.id/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Rakor Inflasi Daerah, Kemendagri Minta Kepala Daerah Turun ke Lapangan

editor - Senin, 20 Mei 2024 06:58 WIB
JELAJAHNEWS.ID - Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir, mengharapkan para kepala daerah untuk mengoreksi langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah masing-masing, dengan langsung turun ke lapangan.“Kepala daerah harus melihat tetangga sebelah, baik itu Gubernur, Bupati, Walikota, kalau tetangganya inflasinya bisa terjaga, namun di daerahnya sendiri tidak bisa terkendali, maka harus mencontoh tetangga sebelahnya. Teman-teman kepala daerah untuk fokus mengendalikan inflasi ini terutama bahan pangan seperti beras, bawang merah cabai merah, gula pasir dan termasuk minyak goreng,” ujar Tomsi Tohir saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi Daerah secara virtual, Senin (20/5/2024).Tomsi Tohir juga berharap, seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kementerian Lembaga (KL) untuk aktif melaporkan perkembangan harga bahan-bahan pangan melalui wasinflasi.kemendagri.go.id, sehingga pemerintah bersama pihak-pihak terkait dapat mencari solusi terbaik dalam penanganannya.Deputi I Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan tinjauan inflasi dan Indeks Perkembangan Harga Minggu ke-3 Mei 2024 secara historis dari 2020 – 2023 pada Mei selalu mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada Mei 2022 sebesar 0,40%. Adapun kelompok yang dominan menyumbang inflasi pada periode Mei adalah makanan, minuman dan tembakau, bawang merah, daging ayam ras, ikan segar dan daging sapi .“Inflasi komoditas berdasarksan pemantauan harga Sistem Pemantuan Pasar dan Kebutuhan Pokok. (SP2KP) pada minggu kedua Mei 2024, beberapa komoditas pangan yang harganya meningkat dan perlu diwaspadai, karena terjadi penambahan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga bawang merah, cabai merah, gula pasir, bawang putih dan telur ayam ras. Namun harga beras terus mengalami penurunan sampai dengan Mei 2024, seiring masuknya panen raya sepanjang Maret-April 2024,” jelasnyaSementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan strategis, dalam upaya pengendalian inflasi. Di antaranaya melalui Satgas Pangan melakukan monitoring sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional.Kemudian, mengadakan rapat teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah, melaksanakan operasi pasar dengan dinas terkait, serta pencananangan gerakan tanam komoditas pangan, yang sering menyebabkan inflasi seperti cabai merah.“Kita jaga terus Inflasi ini agar terkendali, menjaga stabilitas produksi di tengah cuaca ekstrem, memangkas rantai distribusi, berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, serta pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT)) dalam bentuk subsidi ongkos angkut bahan pangan, serta kerja sama antara TPID, Satgas Pangan, BI, Forkopimda Kabupaten/Kota,” kata Pj Gubernur.(jns)

Editor
: editor
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Daerah

Pembunuhan Sadis Perempuan Muda di Medan Terungkap, Polisi Ungkap Motif Emosi dan Pencurian

Daerah

Jelang Idulfitri, Bobby Nasution Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Sukaramai Medan

Daerah

Wacana WFH untuk Hemat BBM, DPR Minta Pemerintah Hitung Dampak dan Jaga Layanan

Daerah

Bobby Nasution Lepas 6.500 Peserta Mudik Gratis di Medan, Upaya Tekan Kemacetan dan Kecelakaan

Daerah

Forum Pemred SMSI Sumut Resmi Dikukuhkan, Lilik Riadi Ajak Bangun Sinergi Jurnalistik

Daerah

Lilik Riadi Dalimunthe Pimpin Forum Pemred SMSI Sumut 2026–2030, Siap Perkuat Profesionalisme Pers Siber